Rabu, 14 Oktober 2015

Penalaran dalam Bahasa Indonesia

Penalaran adalah suatu proses berpikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan atau pengetahuan yang dapat bersifat ilmiah dan tidak ilmiah. Penalaran juga dapat diartikan sebagai proses berpikir yang logis dengan berusaha menghubungkan fakta-akta untuk memperoleh suatu kesimpulan. Suatu fakta dapat dikenali melalui pengamatan (kegiatan yang menggunakan panca indera, melihat, mendengar, membaui, meraba, dan merasa.
Penalaran dapat dibedakan dengan cara induktif dan deduktif.

PENALARAN INDUKTIF
Penalaran Induktif merupakan proses berpikir yang bertolak dari satu atau sejumlah fenomena/gejala individual untuk menurunkan suatu kesimpulan (inferensi) yang berlaku umu. Sehingga dapat dikatakan berpikir induktif adalah pola berpikir melalui hal-hal yang dari khusus lalu dihubungkan ke hal-hal yang umum.
Penalaran Induktif berpangkal dari peristiwa yang khusus yang dihasilkan berdasarkan hasil pengamatan empirik dan mengjasilkan suatu kesimpulan atau pengetahuan yang bersifat umum. Contoh penalaran induktif : kucing berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. kelinci berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Panda berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Kesimpulan : semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Pada Penalaran Induktif terdapat beberapa bentuk. Bentuk-bentuk Penalaran Induktif yaitu :
        a.)Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
     Contoh:
1.      Andika Pratama adalah bintang film, dan ia berwajah tamapan.
2.      Raffi Ahmad adalah bintang film, dan ia berwajah tampan.
Generalisasi: Semua bintang film berwajah tampan. Pernyataan “semua bintang film berwajah tampan” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya: Sapri juga bintang iklan, tetapi tidak berwajah tampan.
    Macam-macam generalisasi :
1.      Generalisasi sempurna: Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
          Contoh: sensus penduduk
       2. Generalisasi tidak sempurna: Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian                            fenomenayang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
                Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantaloon.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna. Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
    b.) Analogi
Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada.
Analogi dilakukan karena antara sesuatu yang diabandingkan dengan pembandingnya memiliki kesamaan fungsi atau peran. Melalui analogi, seseorang dapat menerangkan sesuatu yang abstrak atau rumit secara konkrit dan lebih mudah dicerna. Analogi yang dimaksud adalah anlogi induktif atau analogi logis.
Contoh analogi :
Untuk menjadi seorang pemain bola yang professional atau berprestasi dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet. Begitu juga dengan seorang doktor untuk dapat menjadi doktor yang professional dibutuhkan pembelajaran atau penelitian yang rajin yang rajin dan ulet. Oleh karena itu untuk menjadi seorang pemain bola maupun seorang doktor diperlukan latihan atau pembelajaran.
Jenis-jenis Analogi:
1. Analogi induktif :
Analogi induktif, yaitu analogi yang disusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua fenomena, kemudian ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada fenomena pertama terjadi juga pada fenomena kedua. Analogi induktif merupakan suatu metode yang sangat bermanfaat untuk membuat suatu kesimpulan yang dapat diterima berdasarkan pada persamaan yang terbukti terdapat pada dua barang khusus yang diperbandingkan.
Contoh analogi induktif :
Tim Uber Indonesia mampu masuk babak final karena berlatih setiap hari. Maka tim Thomas Indonesia akan masuk babak final jika berlatih setiap hari.
2. Analogi deklaratif :
Analogi deklaratif merupakan metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal. Cara ini sangat bermanfaat karena ide-ide baru menjadi dikenal atau dapat diterima apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai.
contoh analogi deklaratif :
deklaratif untuk penyelenggaraan negara yang baik diperlukan sinergitas antara kepala negara dengan warga negaranya. Sebagaimana manusia, untuk mewujudkan perbuatan yang benar diperlukan sinergitas antara akal dan hati.
c) Hubungan kausal
penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan. Hubungan kausal (kausalitas) merupakan perinsip sebab-akibat yang sudah pasti antara segala kejadian, serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya, merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan. Keharusan dan keaslian sistem kausal merupakan bagian dari ilmu-ilmu manusia yang telah dikenal bersama dan tidak diliputi keraguan apapun.
Macam hubungan kausal :
1.  Sebab- akibat.
Contoh: Penebangan liar dihutan mengakibatkan tanah longsor.
            2. Akibat – Sebab.
Contoh: Andri juara kelas disebabkan dia rajin belajar dengan baik.
3.  Akibat – Akibat.
Contoh:Toni melihat kecelakaan dijalanraya, sehingga Toni beranggapan adanya korban kecelakaan.
 Pengertian Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif merupakan kebalikan dari penalaran induktif, yaitu proses berpikir yang berpangkal pada suatu peristiwa umum kepada peristiwa khusus yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Faktor – faktor penalaran deduktif :
1. Pembentukan Teori
2. Hipotesis
3. Definisi Operasional
4. Instrumen
5. Operasionalisasi
 B. Variabel pada penalaran deduktif
1. Silogisme Kategorial
Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
Premis umum : Premis Mayor (My)
Premis khusus : Premis Minor (Mn)
Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.
2. Silogisme Hipotesis
Silogisme Hipotesis : Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
3. Silogisme Alternatif
Silogisme Alternatif : Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
4. Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
C. Contoh Kalimat Deduktif
1. Burung adalah hewan berkaki dua (premis minor)
2. Semua burung bisa terbang (kesimpulan)
3. Burung adalah hewan (premis mayor)


Sumber :
Rahayu, Minto. 2007. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Gramedia Widyasarana Indonesia (GRASINDO).
http://bungamahasiswa.blogspot.com/2012/11/pengertian-penalaran-deduktif.html
http://storiangga.blogspot.com/2012/12/pengertian-penalaran-induktif.html

Sabtu, 03 Oktober 2015

Pelanggaran Etika Profesi

Jakarta, Hanter - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Jakarta diminta tidak menutup-nutupi audit kasus Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) DKI Jakarta terkait dugaan penyimpangan APBD DKI Perubahan tahun 2013 sebesar Rp180 Miliar.  Sebab, audit dilakukan lebih dari satu bulan  dan seharusnya hasil audit sudah dapat dipublikasikan.
"Kelihatannya memang BPK menutupi kasus di Dinas PU DKI yang sampai saat ini belum mengeluarkan hasil audit penyimpangan dana sebesar Rp180 milliar di Dinas PU DKI Jakarta. Padahal hasil audit sangat penting untuk menentukan ada atau tidak kerugian negara," ujar Ketua Jakarta Procument Monitoring (JPM) Ivan Parapat dihubungi Harian Terbit.
Menurutnya, jika BPK memperlambat atau menutup-nutupi audit kasus tersebut, BPK sama saja telah menghambat proses hukum.Karena bagaimanapun aparat penegak hukum tidak bisa melakukan proses penyelidikan dan  penyidikan jika BPK tidak menyerahkan hasil audit. "Disini kita lihat apakah BPK berani dan profesional mengaudit penggunaan dana di Dinas PU tersebut," ujarnya.
Dia mengatakan, BPK DKI dituntut profesional dalam melakukan audit kasus tersebut. Sebab, sebagai lembaga pemerintahan tidak sepatutnya berpihak kepada kepentingan golongan maupun pihak tertentu. Tetapi selayaknya  berpihak kepada kepentingan masyarakat. "Kalau BPK profesional, hasil audit itu sudah dikeluarkan. Bukannya lama seperti ini," ujarnya
Menurutnya pernyataan Kepala Dinas PU DKI Jakarta Manggas Rudi Siahaan yang selalu berdalih bahwa kasus sedang diaudit BPK, dapat diindikasikan  ada dugaan korupsi dalam kasus tersebut. "Apabila BPK sudah keluarkan hasil auditnya, sebaiknya  jangan langsung di kasih ke Dinas PU. Tertap langsung saja dipublikasikan ke masyarakat. Hal itu untuk mencegah terjadi kongkalikong kasus antara BPK dengan Dinas PU," ungkapnya.
Bahkan, tambahnya, apabila BPK dalam hasil auditnya benar-benar menemukan adanya indikasi korupsi, maka BPK bisa langsung menyerahkan  ke penegak hukum. "BPK bisa juga serahkan hasil auditnya ke KPK, Kejati DKI atau Kepolisian," tuturnya.
Sebelumnya Kadis PU DKI  Manggas Rudi Siahaan dalam pesan singkat  kepada Harian Terbit mengatakan, sesuai press release 16 Mei 2014 ke semua media on line dan media cetak, tidak ada perintah dan instruksi Kepala Dinas PU kepada Kepala Seksi (Kasie) Kecamatan. Yang ada adalah instruksi No 365 Tahun 2013 kepada eselon III Kabid, Kasudin untuk melaksanakan kegiatan diatas Rp 100 juta menggunakan rekening Bank DKI, bukan rekening pribadi. “Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan BPK RI atas hal ini. Dinas PU menunggu hasil pemeriksaan BPK RI,” ujar Rudi, kemarin.
Sebagaimana diberitakan Kepala Dinas PU DKI  telah memerintahkan pembukaan rekening pribadi kepada Kasie PU di 44 kecamatan untuk menampung APBD DKI Jakarta 2013. Persoalan 'patgulipat' dana sebesar 180 miliar terungkap setelah beredar dokumen pengeluaran cek dari Bank DKI kepada salah satu pejabat Pemda DKI. Perintah pencairan cek tersebut diduga dari Kepala Dinas PU Manggas Rudi Siahaan dan dicairkan sebelum tutup anggaran Desember 2013.
Adapun potensi korupsi tersebut terendus dari mekanisme penyerahan anggaran yang dikirim melalui rekening pribadi ke sejumlah kepala seksi.Total anggaran yang ditransfer ke seluruh kecamatan di DKI Jakarta  mencapai Rp 39 miliar dari Rp180 miliar.
Dihubungi terpisah  Pengamat Perkotaan dari Koordinator Indonesia For Transparency And Akuntability (INFRA) Agus Chaerudin menilai kasus penyelewengan dana APBD di Dinas PU merupakan bukti pelanggaran Undang-Undang serta tata kelola administrasi keuangan Pemprov DKI. Ahok selaku  Plt Gubernur DKI harus tegas dalam menindak pelaku kasus tersebut.
"Kasus indikasi KKN di Dinas PU DKI senilai 180 Miliar  merupakan bukti carut marutnya serta pelanggaran Undang-Undang dan sistem tata administrasi keuangan Pemprov DKI era Gubernur Jokowi dan Wagub Ahok. Selain itu, ini sekaligus membuktikan bahwa mereka tak seamanah jargon Visi dan Misi saat Pilkada dan bukti era kepemimpinan Jakarta Baru (JB) tidak faham administrasi negara yang berlaku," ujar Agus.
Agus  mempertanyakan sikap pihak KPK dan Kejaksaan yang seakan tutup mata terhadap kasus tersebut kendati kasus telah diketahui masyarakat luas. Menurutnya dalam hal ini, KPK terlihat pilih kasih dalam menuntaskan setiap kasus yang ada di Pemprov DKI.
"Lebih aneh sikap KPK yang katanya dilibatkan dalam pengawasan APBD sejak penyusunan, dengan munculnya kasus-kasus i APBD Tahun Anggaran 2013 (bustransjakarta RP 1.2 T dan Dinas PU Rp 180M) sampai sekarang  tak juga bergerak untuk melakukan penyelidikan. Hal ini jika dikaitkan dengan masalah kontroversi indikasi berpihaknya Abraham Samad pada salah satu Capres. Ini lebih membuktikan Komisioner KPK bersikap pilih kasih dalam menuntaskan kasus indikasi KKN APBD di Pemprov DKI," terangnya.

Analisis :
Profesi akuntansi sudah memiliki prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh IAI ( Ikatan Akuntansi Indonesia ) , jadi seharusnya sebagai seseorang yang bekerja dalam bidang profesi akuntansi ini sangat harus sekali memperhtikan dan melaksanakan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan tersebut, lebih baik lagi kalau tidak melanggar ataupun melaksanakan walaupun hanya sedikit keluar dari prinsip tersebut. Tetapi dalam artikel ini, terlihat perilaku yang dilakukan oleh BPK dalam memeriksa laporan keuangan DINAS PU ini tidak sesuai dengan prinsip yang seharusnya diterapkan oleh seorang auditor, lebih jelasnya kesalahan yang dilakukan BPK, dapat dirinci kedalam 7 prinsip profesi akuntansi dibawah ini :
1.       Tanggung Jawab Profesi Akuntansi
Sebagai Badan Pemeriksa Keuangan seharusnya mempunyai tanggung jawabnya sebagai profesional. Sebagai profesional, setiap anggota BPK mempunyai peran penting dalam masyarakat. Dalam hal ini, BPK sangat bertanggungjawab sekali kepada masyarakat, karena dana yng dihitung termasuk uang masyarakat didalamnya sehingga seharusnya BPK DKI apabila menemukan kejanggalan dalam laporannya, harus segera melaporkan hasil dari pemeriksaannya dilaporkan langsung ke penegak hukum bukan ke bagian dinasnya karena hal ini merupakan kepentingan publik bukan kepentingan golongan. Selain itu, BPK DKI seharusnya dapat menyelesaikan dalam waktu yang telah ditentukan , bukannya terus diundur terus laporannya.
2.       Kepentingan Publik
Sebagai Badan Pemeriksa Keuangan DKI setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan  kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan atas profesionalisme. Tetapi dalam artikel ini BPK DKI menghambat kepentingan publik karena mengulur-ulur waktu yang telah ditetapkan untuk melaporkan hasil audit, seharusnya audit dilakukan hanya dalam satu bulan tetapi sebulan lebih BPK belum melaporkan hasilnya kepada publik, sehingga adanya dugaan penyimpangan APBD DKI perubahan tahun 2013 sebesr Rp. 180M belum dapat terungkap. Apabila hal ini sebenarnya sudah terungkap oleh BPK adanya kesalahan dalam laporan keuangan tetapi memberikannya bukan langsung ke publik melainkan ke dinas DKI, hal ini sangat berdampak buruk bagi kepentingan publik karena bisa saja BPK bekerja sama dengan bagian Dinas DKI nya.
3.       Integritas
Integritas seorang profesi akuntansi disini berguna untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus menjaga tingkat integritasnya dengan terus memaksimalkan kinerjanya serta mematuhi apa yang telah menjadi tanggungjawabnya. Tetapi dalam hal ini BPK DKI sudah merusak integritas sebagai prinsip profesinya, karena bagaimana bisa meningkatkan kepercayaan publik, kalau BPK DKI terus mengundur waktu hasil pemeriksaan laporan keuangan yang sudah menjadi tanggungjawabnya sebagai BPK DKI yang harusnya lebih mengutamakan kepentingan publik.
4.       Objektivitas
Prinsip seorang profesi akuntansi yang satu ini mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur, secara intelektual, tidak berprasangka atau bias serta bebas dari benturan kepentingan atau berada dibawah pihak lain.  Dalam kasus ini, adanya potensi korupsi yang dilakukan DINAS PU DKI sebenarnya lebih besar terlihat, tetapi kenapa auditor sangat lamban dalam memeriksa laporan keuangan. Seharusnya disini BPK DKI bersikap objektivitas sebagai seorang profesi akuntansi publik dan tidak berada dibawah pihak DINAS PU DKI, karena dalam artikel ini seperti terlihat adanya kerjasama seperti Kadinas yang memberikan alasan masih menunggu hasil audit yang akan dikeluarkan oleh BPK DKI. Tetapi dalam hal ini BPK DKI sangat lambat atau sengaja memperlambat mengeluarkan hasil pemeriksaannya, mungkin karena adanya kejanggalan yang terjadi dalam hal ini. Dalam kasus ini BPK DKI tidak mencerminkan prinsip yang telah ditetapkan oleh IAI.
5.       Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Sebuah Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman, namun BPK DKI dilihat tidak kompetensi dalam melakukan pemeriksaan kepada DINAS PU DKI ini, karen sebagai auditor seharusnya BPK DKI menuangkan pengalamannya dalam mengaudit laporan keuangan tanpa membedakan laporan keuangna siapa yang diperiksanya. Selain Kompetensi, kehati-hatian pofesional juga harus dimiliki seorang auditor. Sikap kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk memenuhi tanggungjawab profesinya dengan kompetensi dan ketekunan. Tetapi dalam hal ini BPK DKI dinilai tidak berhati-hati karena tidak bertanggungjawab atas profesinya dengan tekun dengan juga patuh.
6.       Perilaku Profesional
Dalam hal ini BPK DKI dinilai tidak memiliki perilaku profesional, seharusnya sebagai auditor yang profesional seharusnya tidak memilih dalam mengaudit dan bersikap adil atas siapa saja yang diauditnya. Tetapi dalam hal ini BPK DKI dikatakan tidak profesional karena terlalu lama mengulur waktu dalam melaporkan hasil pemeriksaan.
7.       Standar Teknis
Standar teknis disini adalah dimana seorang auditor harus menjalankan setiap standar yang telah dikeluarkan oleh IAI. Dikarenakan BPK DKI telah keluar jalur dari prinsip yang telah ditetapkan oleh IAI jadi BPK DKI tidak sesuia dengan standar sebagai auditor yang telah ditetapkan standarnya oleh IAI dalam kasus ini.



SUMBER :
- http://harianterbit.com/read/2014/06/14/3704/28/18/Audit-Penyimpangan-Dana-Dinas-PU-BPK-DKI-Jangan-Menutup-nutupi

Selasa, 30 Juni 2015

TOEFL and TOEIC Benefits in The Present

Mastering the language of Britain it has become a necessity in the present era. Generally, people understand that English is speaking, conversation, cas cis cus and so on. English cover four main skills: Listening (digestive words through hearing), Writing (digestive words through writing and grammar), reading (digestive meaning of a text language) and Speaking (able to pronounce it).
Talking about language acquisition, it can not be removed from the control of the four skills earlier, perfectly. However, many people believe, what matters is the ability to pronounce, even though the grammar of tolerance and choice of words are sober and origin met.
TOEFL and TOEIC is very important, particularly for the workers and businessmen. Considering now many companies that use TOEFL as a reference for prospective employees receive, especially for foreign companies or international companies in the country. And TOEIC would also be useful if someone wants to work abroad.
As for academics TOEFL sangt was important. Especially if they want to continue their studies abroad.

But apart from the importance of the TOEFL and TOEIC for workers and academics, English has become an important requirement in the era of globalization. With the English language, we can go around the world without the need to fret how should communicate.

Minggu, 31 Mei 2015

Between TOEFL and TOEIC

In the present era, the English language is required. Many people take a test to measure English skills. English proficiency test, including the TOEIC (Test Of English for International Communication) and TOEFL (Test Of English as a Foreign Language).
TOEFL and TOEIC possessed different purposes. TOEFL is intended for students or students who wish to continue their studies in the United States and Canada. While TOEIC is aimed at people who do not have a dialogue with the English language and want to show the ability to communicate with a global English language.
Toic and TOEFL have a different assessment. TOEFL can not be used as the main criterion because of differences in the value of different standards in each place. TOEIC Sedangka using International Standards Alignment. TOEIC only have two kinds of categories in the test, which tests Reading and Listening. Problem type TOEIC usually leads to business. While the TOEFL has three kinds of categories in the test, the PBT (Paper Based Test), CBT (Computer Based Test), and IBT (Internet Based Test). TOEFL also have a validity period of only 2 years old. If it has passed 2 years, it is required to do the TOEFL test.
In TOEIC value range is from 10-990. Assessment in the TOEIC there are 6 levels:
• Level 0/0 + Novice with a score of 10-250.
• Level 1 Elementary with a score of 255-400.
• 1+ Intermediate Level with a score of 405-600.
• Level 2 Basic Working Proficiency with a score of 605-
   780.
• Level 2+ Advance Proficiency Working with a score of 
  785-900.
• Level 3/3 + General Professional Proficiency with a score 
  of 905-990.
In TOEFL range of values ​​that is. As for the TOEFL penilaan namely:
• PBT TOEFL score is 310-677.
• CBT TOEFL score is 30-300.
• IBT TOEFL score is 10-120.
Thus, TOEIC intended for job seekers outside the country (Indonesia) or foreign companies in the country (Indonesia). While the TOEFL is intended for students who wish to pursue their studies abroad.

Source:
www.ef.co.id
www.erlangga.co.id

Kamis, 30 April 2015

Tips and Trick How to Answer the TOEFL test (Reading and Structure)

1. Tips and Trick Answer Reading Test

TOEFL is a test to examine all aspects of English language skills, ie speaking, writing, listening and reading. Each section would have difficulty each. In reading comprehension, a major problem often encountered is the lack of time available to do all the questions, because usually the time consumed for reading comprehension. Therefore, the necessary tips and tricks to solve the problem tersbut and how to get a TOEFL score higher on reading comprehension section.
1.      Normally, you will be hooked to understand the overall readings given, let alone what it was interesting when reading or even elusive. If you try to understand all the contents of the reading, of course it will spend your time. Actually you quite understand the main idea of ​​each paragraph. Enough with the basic idea of ​​course you've got information about the paragraph.
2.      Observe the keywords of each question. Keywords that will be very important because it will allow you to find the answer in reading. With these keywords, you can more quickly get information from reading, and then match it with a question and answer options are available. With the keywords of the question, search for information on reading it will be more focused.
3.      If you are facing the problem of panic because reading long or difficult to understand, you need to use your ability to guess the intent of the passage. This can be done by finding key ideas, or important words from the text. Then, you also need to understand the context of the reading well, especially for the type of questions to ask the meaning of a word. A word may change the meaning in context, and you need to be careful and observant in understanding the context of this passage.
4.      Use a method of scanning to obtain specific information on the given problem. Scanning can be done by using the words the principal of the question. This will certainly save you time over having to read one by one.
5.      If you find it difficult to get the right answer, you can use the elimination method, namely by eliminating answer choices that are likely not related to the matter.
6.      In addition, if you find a problem that if difficult, try to skip that question and move on to another matter and do about that later. This is very important in relation to the use of the allocation of the available time.
7.      In addition, you need to try to stay focused. Concentration will be needed. In addition, physical health is well prepared, so that when the test condition your body healthy. In addition, you can also bring a watch so you can control your time with good workmanship.

Examples of questions and to answer them

Strategy 1: Main Idea Questions
What is the shape Questions Topic / Subject / Main Idea / Title / Main Points?
How to Answer:
1. Read the first line of each paragraph
2. Locate the main idea in the first row
3. Read the whole story to quickly check the main idea you have found
4. Discard the answer you expect one

Strategy 2: Question detail that the information in paragraphs
Question types:
According to the passage?
it is stated in passage?
the which of following is true?
      How to Answer:
1. Search Keyword Such Questions
2. Quick Read Possible Part of the story is that in accordance with the keyword
3. Read the sentence containing the word key words or ideas carefully
4. Discard the answer you think is wrong

      Strategy 3: Not part of the story / article
      Question types:
Which of following is not stated / Mentioned / Discussed
All of following are true except ...?
      How to Answer:
1. Search Keyword Such Questions
2. Quick Read Possible Part of the story is that in accordance with the keyword
3. Read the sentence containing the word key words or ideas carefully
4. Discard predicted wrong answers
5. Choose the answer that is not discussed in the story

      Strategy 4: Question Inferred
An indication in the story that should take the conclusion of the story.
      Question types:
It is implied in the passage that ...
It can be inferred from the passage that ...
      How to Respond:
1. Search Keyword Such Questions
2. Quick Read Possible Part of the story is that in accordance with the keyword
3. Read the sentence containing the word key words or ideas carefully
4. Discard predicted wrong answers

      Strategy 5: Vocabulary
Type Question: What is the meaning of X in line 3?
      How to Answer:
1. How word of the question
2. Read it day2 sentence containing the word
3. Find explanation manual to determine the meaning of the word
"The context of the sentence about the word can help determine the meaning of the word
4.Buang predicted wrong answers

      Strategy 6: The question "Where"
Questions to indicate the location where the word or phrase by about
      Type Question:
Where in Passage ...?
      How to Answer:
1. Search for the keywords of the question
2. Read quickly possible that part of the story is that according to the key words or ideas

3. Choose the answer that contain the keyword




2) Tips And Trick to Answere Structure Test

1.      First of all, consider the sentence in question in the matter. Remember the purpose of the questions structure is knowing or determining what the most appropriate response to supplement the shortage problem. So as to observe carefully will know the shortcomings and what is needed to complete it. Here you need to identify the components of the sentence. That is, which is the subject (noun), prediket (verb), object (noun), adverbs, and so on
2.      Consider each answer available, choose the most appropriate to complement the disputed kaliamat you have to pay attention to each answer in the answer choices (A), (B), (C), and (D). By looking carefully you will soon find out which one is the right choice to fill the shortage in the sentence in question. Of course you need to equip yourself with sufficient capability grammar. Jadis detriment when studying grammar books
3.      Do not ever eliminate an answer choice by just looking at the answer without seeing the phrase about, in general, each answer choice maing is true when he stood sendiri.Sebuah choice answers will be known right or wrong after inserted into the sentence.

Examples of questions and to answer them
1. Martha Graham, ____________ of the
pioneers of modern dance, did not begin
dancing until she was 21.
(A) who, as one
(B) she was
(C) one
(D) was one
In answering soal2 SWE, the first thing that we need to know is the main sentence (main sentence) of the question. As a matter of existing main line above the Martha Graham did not begin dancing until she was 21. bearti among comma can not be in the form of a sentence, the correct answer is C. The function expression between commas as appositive (explaining the main subject of the sentence)
2. There are thousand of different types of roses.
       A B C D
The answer is obvious and due to be his in the form of multi-acre, Theresudah true because are not underlined, as the adjective describes different types, of preposition connect katatypes and roses.
3. Neither Sponges have separate heads or body organs.
         A B C D
Here the problem is fixed pattern, either ... or, Neither .... nor, not only .... but Also, so the answer is obvious C :)
4. Tiger moths __________ wings marked with
stripes or spots.
(A) have
(B) with
(C) Reviews their
(D) Whose
In this matter, the main sentence yet so we have to choose the answer that makes the matter into sentences, of course the answer is A, because only A which is a verb (verb) heehheehehe
5. The first recorded use of natural gas to light street lampsit was in the town of Frederick, New York, in
                       A B C D
1825.
The main sentence in this matter is the use of natural gas was in the town. Thus said it is not needed anymore because the double subject. The answer is C.
Example Problem Structure:
Sometimes __________ to place physics and chemistry into separare caragories.
A. difficult,
B. is difficult,
C. it is difficult,
D. that it is difficult,

In answering questions of this type, usually a wanted distinguished from four answer choices. First that we have to do is membagi2 sentence into kelompok2 (will be explained in detail in the next post). We see no sentence above subject and verb, shall mean the right answer imaginable subject and verbnya namely C. Why D one subject and verb but there also? Because the answer is no connector D 'that', some bearti connector connected while the word 'sometimes' only adverbs and in this context does not need connector.

Now we see an example of Written Expression about the following:
A principle of the manager is to Ensure that every action ordecision Achieves a carefully planned goal.
                           A B C D
(Note: A. manager B. C. decision D. planned action. The authors give a note here krn after the preview, change its structure ... msh gaptek ... sorry :))

In answering questions of this type, Written Expression (WE), which we find is that one of the answer choices are underlined. To search for a wrong, we should be based on the correct word or phrase that is all that is NOT underlined. To answer the above question, which really is A, why? because the word "manager" is not in accordance with the meaning of a sentence, the key word is "principle". Supposedly "management" NOT "manager".

Jumat, 27 Maret 2015

Tips and Trick Listening Comprehension Toefl

How do we can answered the listening toefl sections?
Listening section of toefl measures your ability to understand spoken English in academic settings. we can prepare some setrategi to be able to answer the test toefl listening to speak English from as many sources as possible. Including listening to English-language films, listen to the radio and as many other listening sources as you may find.  There are some that must be considered in answering questions toefl listening.
we can prepare yourself with good academic Ingrris language learning in school, college or wherever. You also can find a mentor who may be unreliable. A teacher of English as a reliable native who knows a lot about the TOEFL is one of the best resources a student can have. You will have a lot of questions that the book you can not answer for you. Students often give up in frustration. It is important that you have someone who will answer your questions and encourage you when you feel down. If you can not afford a teacher or tutor, find a student who has studied for the previous test. Sometimes other students can provide excellent guidance and help you with grammar questions. You may be able to help other students with their questions as well. Teaching others is a great way to learn.
then you should familiarize yourself with the format and do a test toefl practice at some times. When you are practising for the listening sections, don't play the tape or CD more than once. On the real test you will only hear everything once. You have to train your ears to listen fully the first time. During the real exam, don't look back at a listening question after you have decided on an answer. You cannot change it. The clock will not start running until you start the answers.
The first step when an exam is we have to be careful of the instructions given, relax and concentrate on each task in front of you and pace yourself and avoid rushing.
On second step, Focus on the content and flow of information the speaker(s) deliver. Do not be distracted by the speaker's accent, speaking style and delivery.
Listen to find clues that will help you understand what the speaker's purpose, attitude and degree of certainty is and listen for words that show relationship between ideas. If you see you are running out of time, just take a guess and mark answers for all remaining questions.



So, good luck on your listening section toefl test






Sumber :